SLEEP

 

Ini murni ide gue, bukan terjemahan, hehe…  Sebenarnya gue dulu pernah punya akun Fanfiction.net tapi udah jarang aktif, pen name gue dulu CherryFirefox, dan dulu  lebih suka nulis fic terjemahan dari Asian FanFiction yang mostly in English ke bahasa Indonesia, soalnya kan gak perlu mengeluarkan ide apapun, dan bakal lebih mudah terhindar dari writer block :3

Dulu fanfic ini pernah gue publish juga di Fanfiction.net dengan pairing TaoHun, tapi udah gue hapus berhubung makin sibuk dengan perkuliahan dan ini gue ganti pairingnya dengan Chanyeol x OC ㅋㅋㅋ

 

Disclaimer: SM entertainment

Cast: Chanyeol x You

Warning: OC, OOC, typo, AU.

Don’t like, don’t read!

Happy reading^^

 

Kepalanya seperti berputar, namun ia tidak peduli, ia terus berjalan, berlama-lama di kelas juga tidak ada gunanya, mendengarkan jenis-jenis hukum pascal, trigonometri, sejarah world war II malah membuat kepalanya semakin sakit.

Pemuda dengan kantung mata yang melekat tebal di matanya itu berhenti sejenak, ia memegang kepalanya yang mulai berdenyut. Ck, sial. Segelas kopi memang membuatnya selalu terjaga, namun tentu saja tidak cukup untuk menghilangkan rasa penat di kepalanya. Teman-temannya menjulukinya ‘Chanyoda’ walaupun nama aslinya adalah Park Chanyeol, terima kasih atas tinggi tubuhnya yang diatas rata-rata tinggi badan teman-temannya sehingga dia dijuluki seperti itu.

 

“Oh.” Pemuda bermarga Park itu terkejut saat ia berjalan sampai ke halte bus dekat sekolahnya, ternyata bukan hanya ia saja yang membolos.

Kau, merupakan seorang gadis yang menggunakan seragam sekolah yang sama dengannya terlihat sedang tertidur di halte bus tersebut. Pemuda yang biasa dipanggil Chanyeol itu heran, bagaimana ada orang yang bisa terlihat sangat nyenyak sekali tidur dimana saja, sedangkan untuknya sendiri hanya memejamkan mata dan terjatuh ke alam bawah sadar  walaupun hanya lima menit saja sulit bukan main.

Chanyeol menggeleng, tidak peduli, ia duduk di bangku halte di samping dirimu yang sedang tidur itu, dengkuran halus darimu sedikit membuat Chanyeol menolehkan kepalanya ke sosokmu yang terlelap tersebut. Chanyeol memicingkan matanya, ia mengenali aksara hangul yang tercetak di name tag-mu.

Aku tidak mengenalnya, pikir Chanyeol sambil mengembalikan pandangannya kedepan, menunggu bus yang tak kunjung datang.

 

Baru saja dipikirkan olehnya, bus langsung datang dan berhenti tepat di depan halte, menurunkan beberapa orang di dalamnya, dan tanpa pikir panjang Chanyeol langsung beranjak dari duduknya kemudian melangkah menaiki bus.

Bus mulai berjalan dengan pelan, dan, oh, sialnya pening akibat kurang tidur tersebut kembali menghantam kepala pemuda tersebut. Ia memegang kepalanya dan sedikit terhuyung, semakin terhuyung ketika sang supir bus menambah laju kecepatannya di jalanan Seoul yang lumayan lenggang.

“Wow, gwaenchana? Kau tidak terlihat baik.” Seseorang menahan pundak Chanyeol dari belakang, menahannya agar tidak jatuh tersungkur. Yang tidak lain tentu saja adalah dirimu.

Pemuda itu menolehkan kepalanya kearah suaramu yang terdengar khawatir itu, dan rupanya kau yang tadinya tertidur di halte tadi yang menolongnya, ia berpikir kau tadi masih tertidur di halte dan  tidak akan naik ke bus.

Melihat Chanyeol yang tidak bereaksi apa-apa, kau hanya menyunggingkan senyum walaupun kau juga merasa sedikit bingung terhadapnya, “Ayo duduk. Sepertinya kau tidak baik-baik saja.” Sahutmu sambil menuntun pemuda jangkung itu ke bangku belakang dan membantunya untuk duduk.

 

“Ne, gomawo.” Ucap Chanyeol yang baru menyadari di depan mu ini, ia jadi terlihat seperti orang idiot, sekali lagi ia melirik name tag mu untuk mengingat kembali siapa namamu tadi.

“Sepertinya kau kurang tidur.” Lanjutmu setelah beberapa waktu hanya ada kesunyian diantara kalian berdua. Chanyeol memejamkan matanya sambil memijit batang hidungnya, ia akui selama dua minggu ini ia hanya mendapat waktu tidur selama 5 jam sehari, agak sibuk mengurusi kepindahannya dari sekolah barunya itu. Sekali lagi Chanyeol di paksa mengingat alasan kepindahannya, dan ia tidak suka. “Ne. Padahal tadi aku sudah minum kopi.”

“Kopi tidak akan membantumu.” Sahutmu, Chanyeol menoleh dan kau dengan santainya kini sedang memejamkan mata, seperti mencoba untuk tidur kembali. “Cobalah tidur.” Lanjutmu dengan nada cuek.

Chanyeol mengernyitkan alisnya, yang ia butuhkan memang tidur, tapi selama ia pindah, ia sama sekali tidak tahu bagaimana caranya bisa tertidur dengan nyenyak.

 

Namun kali ini, sekarang ini, detik ini, disamping sosokmu ini, ada yang berbeda dalam dirinya, Woohyun merasakan sensansi nyaman yang mengelitik perasaannya, sensasi nyaman ini membuatnya relax, berbicara denganmu ini membuatnya nyaman dan relax.

Chanyeol tersenyum, sepertinya ia akan mencoba tidur beberapa menit saja kali ini. Ia tidak tahu apa yang ia lakukan saat ini, ia tidak memikirkan sebelumnya apa yang ia lakukan saat ini, ia bahkan tidak mengerti kenapa ia bisa seperti ini. Tanpa pikir panjang, Chanyeol memejamkan matanya sambil tetap megulaskan senyum dan menyenderkan kepalanya ke pundakmu dengan santai yang juga memejamkan matanya itu. Rasanya nyaman sekali, ia berharap bisa lebih lama lagi dengan posisi seperti ini.

Chanyeol merasakan gerakan kecil darimu yang pundakmu ia gunakan sebagai senderan kepalanya, kau tentu tersentak dan agak kaget. “Kalau begitu aku pinjam pundakmu untuk tidur.” Gumam Chanyeol setelahnya.

Kau hanya diam saja dan sepertinya membiarkan Chanyeol bersandar di bahunya. Bau parfummu sebenarnya semakin menenangkannya pemuda misterius itu, sungguh, Chanyeol tidak pernah merasa senyaman ini sebelumnya. Ia berpikir jika saja kau selalu ada bersamanya maka ia bisa tertidur dengan nyenyak, nyaman, dan tanpa pikiran apapun. Ia malah merasa nyaman kalau memikirkan sosokmu di sampingnya ini.

 

Kurang lebih lima belas menit berlalu, bus masih melaju sedangkan Chanyeol terbangun. Ia melihat sekelilingnya, daerah yang ia kenali, itu berarti ia akan sampai rumahnya sebentar lagi. Chanyeol menolehkan kepalanya kearahmu yang ternyata juga tertidur, terlihat dari hembusan napasmu yang teratur dan matamu yang terpejam. Ia merasa kecewa sekali dengan sang waktu, karena tidak bisa berlama-lama bersama dengan sang gadis yang membuatnya tidur nyenyak tadi. Kau. Ck, seandainya ia bisa benar-benar menghentikan waktu kapan saja.

Dengan niat tidak ingin membangunkanmu yang tertidur, ia beranjak dari duduknya saat halte dekat perumahan tempat ia tinggal sudah semakin terlihat, dengan perasaan agak berat ia turun dari bus tersebut, sebelumnya ia sempat menoleh sekilas kearahmu yang masih tertidur di bangku paling belakang bus.

Setelah turun dari bus, ia bahkan masih berdiri di halte, terdiam sambil memandangi bus tersebut hingga menghilang dari pandangan mata sendunya. Rasanya berat.

 

END

or

Sekuel

ㅋㅋㅋ

Advertisements